Kamis, 14 Januari 2010

proyek,,,,,



“ANALISIS PROYEK”



Alhamdulillah penulis ucapkan kehadirat Allah SWT atas berkat rahmat dan karunianya-lah penulis dapat menyelesaikan makalah ini, adapun makalah ini berjudul ANALISIS PROYEK.
Penulis sangat memahami dalam penulisan makalah ini terdapat beberapa kendala dan kesulitan dalam mencari referensi. Oleh sebab itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun agar penyusunan makalah selanjutnya dapat mencapai sempurna. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca, atas perhatiannya penulisucapkan terima kasih.




Jambi, Januari 2010



Penulis




DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan
Manfaat
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Proyek
2.2 Konsep Future Value
2.3 Konsep Present Value
2.4 Metode Nilai Bersih Sekarang
2.5 Metode Internal Rate Of Return
2.6 Metode Rasio Manfaat-Biaya
2.7 Langkah –Langkah dalam Evaluasi Suatu Proyek
2.8 Perbedaan Analisis Manfaat dan Biaya Proyek Pemerintah
2.9 Keuntungan dan Kelemahan Analisis Manfaat dan Biaya

BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pengembangan suatu sistem informasi merupakan suatu investasi seperti halnya investasi proyek lainnya. Investasi berarti dikeluarkannya sumber-sumber daya untuk mendapatkan manfaat dimasa mendatang. Investasi untuk mengembangkan sistem informasi juga membutuhkan sumber-sumber daya. Sebagai hasilnya, sistem informasi akan memberikan manfaat-manfaat yang dapat berupa penghematan-penghematan atau manfaat-manfaat yang baru. Jika manfaat yang diharapkan lebih kecil dari sumber-sumber daya yang dikeluarkan, maka sistem informasi ini dikatakan tidak bernilai atau tidak layak. Oleh karena itu, sebelum sistem informasi dikembangkan, maka perlu dihitung kelayakan ekonomisnya. Teknik untuk menilai ini disebut dengan analisis biaya/keuntungan (cost/benefit analysis).Analisis biaya/keuntungan disebut juga dengan analisis biaya/efektivitas (cost/ effectivenss analysis). Keuntungan dari pengembangan sistem informasi tidak semuanya mudah diukur secara langsung dengan nilai uang, seperti misalnya keuntungan pelayanan kepada langganan yang lebih baik. Keuntungan yang sulit diukur langsung dengan nilai uang ini selanjutnya jika ingin ditentukan dalam bentuk nilai uang, maka dapat menaksir efektivitasnya.
Analisis ini hanya menentukan program dari segi efesiensi sedangkan pemilihan pelaksanaan program berada pada program berada di tangan pemegang kekuasaan eksekutif yang dalam memilih juga mempertimbangkan faktor lain, misalnya faktor distributif proyek tersebut terhadap penghasilan masyarakat. Suatu program yang efesien mungkin tidak akan dilaksanakan karena menimbulakan distribusi pendapatan yang semakin picang. Sebaliknya program yang dapat menimbulkan distribusi pendapatan yang semakin baik akan dipilih walaupun program tersebut tidak terlalu efesien ditinjau dari hasil manfaat dan biaya.




Rumusan Masalah
1. Apa yang di maksud dengan proyek?
2. Bagaimana penggunaan konsep future value?
3. Bagaimana penggunaan konsep present value?
4. Bagaimanakah metode nilai bersih sekarang?
5. Bagaimana metode internal Rate of Return?
6. Apa sajakah langkah-langkah dalam evaluasi suatu proyek?
7. Apa saja perbedaan analisis manfaat dan biaya proyek pemerintah?
1.2 Tujuan Penulisan
1.Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan proyek.
2. Untuk mengetahui penggunaan konsep future value.
3. Untuk mengetahui penggunaan konsep present value.
4. Untuk mengetahui metode nilai bersih sekarang.
5. Untuk metode internal Rate of Return.
6. Untuk mengetahui langkah-langkah dalam evaluasi suatu proyek.
7. Untuk mengetahui perbedaan analisis manfaat dan biaya proyek pemerintah.
1.4 Manfaat Penulisan
1. Agar mengetahui apa yang dimaksud dengan proyek.
2. Agar mengetahui penggunaan konsep future.
3. Agar mengetahui konsep future present value.
4. Agar mengetahui metode nilai bersih sekarang.
5. Agar metode internal Rate of Return.
6. Agar mengetahui langkah-langkah dalam evaluasi suatu proyek.
7. Agar mengetahui perbedaan analisis manfaat dan biaya proyek pemerintah.






















BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian proyek
Proyek dapat diartikan sebagai satu kegiatan sementara yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas, dengan alokasi sumber daya tertentu dan dimaksudkan untuk melaksanakan tugas yang sasarannya telah digariskan dengan tegas. Tugas tersebut dapat berupa membangun pabrik, membuat produk baru atau melakukan penelitian dan pengembangan. Adapun ciri-ciri pokok sebuah proyek adalah:
1. Memilki tujuan yang khusus, produk akhir atau hasil kerja akhir.
2. jumlah biaya, sasaran jadwal serta kreteria mutu dalam proses mencapai tujuan di atas telah ditentukan .
3. bersifat sementara, dalam arti umumnya di batasi oleh selesainya tugas. Titik awal dan akhir di tentukan dengan jelas.
4. Non rutin tidak berulang. Jenis dan intensitas kegiatan berubah sepanjang proyek berlangsung.

2.2 Konsep Feture Value
Rumus umum perhitungan nilai akan datang ( Future Value) :

Pn= Po (1+i ) n
Dimana:
P = nilai uang di masa datang
P = nilai uang sekarang
i = tingkat bunga
n = tahun
2.3 Konsep Present Value
Karena sifat manusia yang myopic tersebut maka uang yang akan kita terima beberapa tahun yang akan datang nilainya tiadak sama dengan apabila jumlah uang tersebut kita terima saat ini. Berapa nilainya sekarang dapat dihitung dengan menggunakan konsep present value.

Apabila kita menerima uang sebesar RpU,- yang diteriama pada tahun yang akan datang, maka penghitungan nilainya sekarang (Po) dari uang tersebut dapat dihitung dengan menggunakan rumus:
U
Po =
(1+i)n

Di mana :
U = jumlah uang yang akan diterima 30 tahun yang akan datang
i = tingkat bunga
n = tahun
Po = nilai sekarang

Pada prinsipnya untuk mengavaluasi efisiensi suatu proyek langkah-langkah yang harus diambil adalah sebagai berikut :
1) menentukan semua manfaat dan biaya dari proyek yang akan dilaksanakan
2) menghitung manfaat dan biaya dalam rupiah
3) menghitung nilai bersih sekarang (NBS).
Walaupun ketiga hal di atas tanpak nya sederhana, akan tetapi pada praktiknya evaluasi dari suatu rencana proyek tidaklah semudah dalam teori. Ada beberapa metode pemilihan suatu proyek yaitu Nilai Bersih Sekarang (NBS = net present benefits). Internal Rate of Return (IRR) dan Ration manfaat Biaya (NMB = benefits-cost ratio). Semua metode di atas mempunyai kelamahan dan kellebihan.
2.4 Metode Nilai Bersih Sekarang ( NBS = Net Present Benefit )
Nilai bersih suatu proyek merupakan nilai dari suatu proyek setelah dikurangkan seluruh biaya pada suatu tahun tertentu dari keuntungan atau manfaat yang di terima pada tahun yang bersangkutan dan di diskontokan dengan tingkat bunga yang berlaku. Rumus perhitungan NBS adalah sebagai berikut:



M-c M2 – C2 M3-C3 Mn-Cn
NBS = M0 – C0 +
(1+t) (1+t)² (1+t)³ (1+t)n
Dimana:
NBS = nilai bersih, yaitu manfaat di kurangi dengan biaya pada tahun ke n
i = tingkat bunga
n = 1,.....,50: umur proyek
M = manfaat
C = biaya
Berdasarkan metode ini proyek yang mempunyai NBS tertinggi adalah proyek yang mendapat prioritas untuk dilaksanakan.
2.5 Metode Internal Rate Return (IRR)
Merupakan metode yang memperhatikan nilai waktu dari uang. Pada metode NPV, tingkat bunga yang diinginkan telah ditetapkan sebelumnya, sedang pada metode IRR justru tingkat bunga tersebut yang akan dihitung. Tingkat bunga yang akan dihitung ini merupakan tingkat bunga yang akan menjadikan jumlah nilai sekarang dari tiap-tiap proceed yang didiskontokan dengan tingkat bung tersebut sama besarnya dengan nilai sekarang dari initial cash outflow (nilai proyek). Atau dengan kata lain tingkat bunga ini adalah merupakan tingkat bunga persis investasi bernilai impas, yaitu tidak menguntungkan dan juga tidak merugikan.
Adapun manfaat metode IRR adalah :
 Untuk mengetahui sejauh mana proyek memberikan keuntungan, digunakan analisis IRR.
 IRR dinyatakan dengan persen (%) yang merupakan tolok ukur dari keberhasilan proyek (Soekartawi, 1996)
 Penggunaan Investasi akan layak jika diperoleh IRR yang persentasenya lebih besar dari tingkat suku bunga bank yang ditentukan, karena proyek berada dalam keadaan yang menguntungkan, demikian juga sebaliknya jika IRR lebih kesil dari tingkat suku bunga bank yang ditentukan, berarti proyek merugi dan tidak layak untuk dilaksanakan.

Rumus umum metode IRR adalah sebagai berikut:

B1-C1 B2-C2 Bn-Cn
B0 - C0 + + +........+ = 0
(1+r) (1+r) (1+r)n

Beberapa kelemahan metode IRR:
1) Metode IRR dapat menyebabkan pemilihan proyek yang keliru karena metode ini tidak memperhatikan skala investasi.
2) Evaluasi suatu proyek dengan menggunakan metode IRR mungkin akan memberikan hasil yang kurang memuaskan.

2.6 Metode Rasio Manfaat - Biaya
Metode rasio manfaat- biaya (B-C ratio) adalah suatu cara evaluasi suatu proyek dengan membandingkan nilai sekarang seluruh hasil diperoleh dari proyek tersebut dengan nilai sekarang seluruh biaya proyek tersebut:
Rmus RMB adalah :

M1 M2 Mn
M=M + + + ........+
(1=i) (1+i)2 (1+i)n

2.7 langkah-langkah dalam evaluasi suatu proyek
1. Identifikasi manfaat dan biaya proyek
2. menghitung manfaat dan biaya proyek dalam rupiah
2.8 perbedaan analisis manfaat dan biaya proyek pemerintah
pada analisis perhitungan manfaat dan biaya pada proyek swasta, manfaat umumnya diukur dengan cara mengalikan jumlah barang yang dihasilkan dengan perkiraan harga barang. Biaya yang di perhitungkan adalah semua biaya yang langsung digunakan dalam proyek tersebut berdasarkan harga pembelianya. Ini berbeda dengan proyek pemerintah, sebab pada umumnya manfaat penggunaan sumber-sumber ekonomi diukur dengan harga pasar oleh oleh karena harga pada pasar persaingan sempurna mencerminkan nilai sesungguhnya dari sumber-sumber ekonomi yang di gunakan.
Penyimpangan itu terjadi karena unsur :
a) keadaan monopoli
b) adanya pajak
c) pengangguran
d) surplus konsumen
e) penentuan tingkat bunga

2.9 Keuntunga Dan Kelemahan Analisis Manfaat Dan Biaya
Keuntungan dari penggunaan analisis manfaat dan biaya dalam penentuan progam pemerintah adalah terjaminya penggunaan sumber-sumber ekonomi secara efisien, sebab progam-progam pemerintah dievaluasi dengan memperhitungkan keadaan perekonomian sehingga dapat meningkatkan penggunaan faktor-faktor produksi. Sedangkan kelemahanya adalah karena analisis ini membutuhkan perhitungan manfaat secara kuantitatif, sedangkan banyak proyek pemerintah yang tidak dapat diukur manfaatnya secara kuantitatif.















BAB III
PENUTUP


3.1 Kesimpulan
Proyek dapat diartikan sebagai satu kegiatan sementara yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas, dengan alokasi sumber daya tertentu dan dimaksudkan untuk melaksanakan tugas yang sasarannya telah digariskan dengan tegas.
Analisis ini hanya menentukan program dari segi efesiensi sedangkan pemilihan pelaksanaan program berada pada program berada di tangan pemegang kekuasaan eksekutif yang dalam memilih juga mempertimbangkan faktor lain, misalnya faktor distributif proyek tersebut terhadap penghasilan masyarakat. Suatu program yang efesien mungkin tidak akan dilaksanakan karena menimbulakan distribusi pendapatan yang semakin picang. Sebaliknya program yang dapat menimbulkan distribusi pendapatan yang semakin baik akan dipilih walaupun program tersebut tidak terlalu efesien ditinjau dari hasil manfaat dan biaya.
3.2 Saran
1. Kepada dosen pengampu mata kuliah perkoperasian agar bisa mendidik kami mejadi calon pendidik yang bermutu dan berintelektual tinggi.
2. Kepada rekan-rekan mahasiswa, agar bisa memberi respon positif terhadap makalah ini guna untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.








DAFTAR PUSTAKA

Mangkoesoebroto, Guritno.2008.Ekonomi Publik.Yogyakarta: BPF Yogyakarta
www.Google.com

0 komentar:

Poskan Komentar

 

penjahat baik hati Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon.